Pemuda yang berkualitas dan berintegritas serta memiliki komitment kuat, jelas menjadi harapan untuk kemajuan kota Sawahlunto ditengah kemerosotan di berbagai bidang.
Apalagi dengan tekad pemerintah pusat yang mentargetkan negeri ini menjadi “Indonesia Emas” di tahun 2045, tentu butuh anak muda sebagai agen perubahan baik dari tingkat kabupaten/ kota maupun provinsi. Semuanya harus berjalan secara sinergis.
Seiring perkembangan zaman di tengah pesatnya kemajuan tekhnology dan dunia internet, banyak pemimpin muncul akibat tuntutan dan kondisi di lingkungannya.
Artinya, jika ingin berubah dan tak ingin tertinggal, saat ini kita butuh pemimpin yang paham dengan kondisi kekinian. Dan tentunya, kita butuh generasi millenial yang memenuhi kualifikasi sebagai pemimpin yang kredibel, mempunyai kemampuan, intelektual, dan visi yang jauh ke depan, memiliki integritas, kejujuran, dan kesetiaan pada kepentingan masyarakat.
Untuk proses perubahan besar itu, kepemimpinan model lama pun tidak akan cocok lagi. Oleh karena itu, harus diganti. Sebab dengan generasi muda yang tumbuh begitu pesat, maka gaya kepemimpinan yang muncul pun harus menyesuaikan ritme dan polanya sehingga derap pembangunan di semua lini
kehidupan dapat cepat terwujud.
Di kota Sawahlunto, ajang pemilihan kepala daerah saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengevaluasi dan mengganti Walikota.
Namun mencari pemimpin yang tepat, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu pemahaman dan keyakinan dari berbagai aspek atau sudut pandang.
Adalah Riyanda Putra dan H. Jeffry Hubatullah. Pasangan calon Walikota – Wakil Walikota Sawahlunto yang muncul dari generasi millenial, sangat cocok dan tepat untuk memimpin kota ini.
Pasangan calon kepala daerah ini hadir dari latar belakang yang berbeda.
Meski segelintir orang masih memandang mereka sebagai anak kecil bahkan kerap disebut Bocil yang tak tau apa apa, tetapi terlihat jelas pasangan ini mampu beradaptasi dengan semua kalangan. (Hey bro and sist.. mereka bukan anak kecil, tetapi pemuda berpendidikan dengan segudang ilmu yang siap membawa perubahan).
Bahkan pasangan ini mampu memanfaatkan perkembangan tekhnologi yang dapat mengubah pola pikir kehidupan masyarakat.
Hal itu terlihat jelas saat pasangan ini menyampaikan paparan program dan visi misinya saat melakukan orasi pada sosialisasi dan kampanye di berbagai lokasi.
Tagline “Era Baru Sawahlunto Maju” dan Kerja Cepat yang mereka ciptakan, melambangkan pola pikir yang jauh maju ke depan.
Riyanda putra yang berlatar belakang pengusaha muda, dipastikan akan mampu menciptakan lapangan kerja dan membangun kekuatan ekonomi masyarakat.
Sedangkan H. Jeffry Hibatullah, selain pengusaha muda, ia juga jebolan salahsatu pesantren moderen.
Dari dua latar belakang yang berbeda itu, tentunya akan menghasilkan kolaborasi kepemimpinan yang dahsyat.
Ini berarti, realisasi Era Baru Sawahlunto Maju hanya tinggal menunggu waktu hingga pelantikan tiba. (**)




