Mendekati jadwal waktu pendaftaran bagi para pasangan calon kepala daerah di kota Sawahlunto, tiba tiba kabar mengejutkan datang menyeruak di kota warisan dunia versi Unesco ini, Jum’at (19/7) pagi saat mata ini masih enggan untuk dibuka, meski mentari mulai beringsut memancarkan cahaya menyinari indahnya pagi.
“Jum’at berkah.. Jum’at barokah, Jum’at keramat”.
Ya.. kalimat itu kerap disebut sebagai hari yang penuh kejutan.
Panas… iya.. panas.. atmosfir Pilkada di kota arang ini, kian memanas. Kepastian tak ada lawan kotak kosong bagi petahana seperti yang berhembus selama ini, mulai terbantahkan.
Kamis (16/7) malam, sederet utusan dari 7 Partai Politik yang ada di kota Sawahlunto, bertemu dan berkumpul di Khas Ombilin Hotel untuk membahas sebuah koalisi besar.
Mereka adalah utusan dari partai PPP, Golkar, NasDem, Demokrat, Gerindra, PKS dan PDIP, yang memiliki kekuatan sebanyak 14 kursi di parlement kota Sawahlunto.
Dalam pertemuan itu tampak hadir tokoh tokoh besar Sawahlunto dengan ekspresi ceria, seperti Fauzi Hasan, Erizal Ridwan, Alexander Isrin, Ismed, Hasjhonni, Adi Ikhtibar, Mukhsin, Tumpak AS, serta sejumlah tokoh muda seperti Nova Hendra, Marcos, Rio Mardanil, Eryanto Melhisi dan lainnya.
Di akhir pertemuan itu, tersiar kabar bahwa mereka telah sepakat untuk membentuk sebuah koalisi besar dan menyamakan presepsi untuk perubahan kota Sawahlunto.
Menurut ketua DPC Partai Demokrat, Hasjhonni Sy, SE., MM selaku penggagas dari pertemuan itu, setelah koalisi terbentuk, nantinya masing – masing Parpol akan mengusulkan siapa kadernya yang berpotensi untuk maju di kancah Pilkada Sawahlunto 2024 ini.
“Setelah mereka mengusulkan, nanti akan sama-sama kita bahas dan sepakati. Siapapun nanti orangnya, akan sama sama kita perjuangkan,” sebut Hasjhonni, beberapa waktu lalu.
Terbentuknya koalisi besar ini, tentunya akan menjadi sebuah kekuatan yang sepertinya akan sulit ditandingi. Bahkan, koalisi ini diprediksi bisa menjadi sebuah arus gelombang “ancaman” serius, bagi petahana.
Benarkah demikian?, mari kita tunggu perkembangan situasi perpolitikan di kota berpenghuni multy etnis ini. (**)




