WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Ngopi, bukan sekedar minum kopi, tetapi Ngobrol Pintar yang dapat menambah khasanah pengetahuan dan wawasan dengan sebuah topik hangat nan menarik untuk diperbincangkan.
Untuk pertama kalinya, Selasa 6 Agustus 2024, sekelompok jurnalis dari berbagai latar belakang yang tergabung dalam Komunitas PENA Heritage Sawahlunto, menggelar Ngopi Bareng Susi Haryati di kawasan pusat kuliner pasar Sawahlunto.
Susi Haryati merupakan sosok wanita yang terbilang sukses dalam meniti karier, termasuk dalam perjalanan politiknya. Buktinya, saat ini Susi terpilih untuk memegang amanah dari masyarakat, duduk di kursi legislatif dan dijadwalkan bakal dilantik pada 12 Agustus 2024 mendatang.
Dalam suasana penuh keakraban itu, Susi pun tak segan menjawab berbagai pertanyaan dan saran serta usulan dari rekan rekan jurnalis PENA Heritage Sawahlunto, yang terdiri dari Riki Yuherman, Tumpak AS, Dakoga, Amin Pratikno, Yuni, Rina Yosefin dan Putri. Sedangkan Zulfahmi dan Wong Ince, berhalangan hadir.
Menanggapi hal itu, Susi menyatakan mengapresiasi Komunitas PENA Heritage yang telah melaksanakan giat tersebut.
Menurut Susi, kegiatan ini merupakan hal yang sangat positif sebagai ajang shering untuk Sawahlunto yang lebih baik lagi ke depan.
“Dari kegiatan Ngobrol Pintar ini, kita bisa saling bertukar informasi, bertukar pikiran dan mencari solusi dari berbagai permasalahan yang terjadi,” sebutnya.
Ia berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan menghadirkan sumber sumber yang berkompeten di bidangnya.
Di kesempatan itu, Susi juga menanggapi tentang issue terjadinya Bullying di berbagai sekolah yang ada di kota ini.
Dikatakan Susi, perlu kerjasama komponen masyarakat untuk perangi kekerasan anak dan perundungan atau bullying yang seharusnya tidak terjadi di kota ini.
Diakuinya, aspirasi terkait bullying ini kerap terdengar.
“Tak hanya dilingkungan sehari-hari, tetapi bekerjasama dengan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak,” sebutnya politisi PAN itu.
Tindakan ini, imbuh Susi, sebagai bentuk pencegahan perundungan di lingkungan anak-anak, disamping menguatkan pendidikan keagamaan. Kita dukung upaya pencegahan oleh satuan pendidikan, dengan menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, membangun lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan serta jauh dari tindak kekerasan.
“Sebagai seorang ibu rumah tangga yang diamanahkan sebagai anggota DPRD, saya menyatakan perang terhadap kekerasan anak dan bullying ini,” tandasnya. (**)




