Kunjungi Masjid Mutaqin, TSR 9 Sawahlunto “Panen” Kritik dan Saran

Kelompok 9 Tim Safari Ramadhan Pemko Sawahlunto yang dipimpin Kepala Barenlitbangda, Ir. Lelis Efrienti, M.Si mulai melakukan kunjungan hari pertamanya di Masjid Mutaqin desa Talawi hilir kecamatan Talawi, Senin (18/3) malam.

Keberangkatan tim yang diikuti oleh
Supar, S.Pd (Sekdis Perhubungan),
Hj. Osvita dan Rio Mardanil dari DPRD, Yendra Fitri R, ST., MT (Inspektur Pembina Wilayah II), Dra. Musnawati (Kabid Pertahanan DPKP2LH), Ns Silvi Andriani, S.Kep (Kabid Dalduk dan Keluarga), Didi Ifwandi, S.Ag (Staf Bagian Kesra), Ronizaldi Idris, S.Pi (Perencana Ahli Muda Bidang Sosial) yang sekaligus sebagai sekertaris tim, serta Amin Pratikno dari awak media itu dilaksanakan usai mengikuti Buka Puasa bersama di rumah Dinas Walikota, sekaligus mendengarkan arahan dari Pj. Walikota Sawahlunto, Zefnihan.

Pilih Dewi Sartika

Menyampaikan pesan Pj. Walikota, kepada puluhan Jama’ah Masjid Mutaqin pimpinan rombongan menyampaikan ucapan terimakasih atas pelaksanaan Pemilu yang telah berjalan sukses, aman dan lancar.

Bahkan, dalam pelaksaan Pemilu ini kota Sawahlunto masuk dalam urutan nomor 3 tertinggi pada tingkat partisipasi pemilih.

Selain itu, juga menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat atas berbagai keluhan fasilitas umum, khususnya infrastruktur jalan baik untuk ruas jalan kota, provinsi maupun nasional yang tidak nyaman, serta aliran air PDAM yang tidak lancar.

“Semua itu karena adanya keterbatasan dana,” sebut Supar, mewakili Lelis yang berhalangan hadir.

Sementara itu, terkait kondisi ekonomi, Pemko Sawahlunti mengakui terjadinya inflasi yang sangat tinggi, sehingga harga harga barang di pasar menjadi melambung tinggi.

“Untuk menyikapi hal ini, Pemerintah kota sebisa mungkin akan menekan dengan melaksanakan operasi pasar dan menggelar pasar murah,” ujarnya.

Menanggapi paparan tim Ramadhan itu, Asrijal, yang merupakan tokoh masyarakat setempat sekalihus mantan anghota DPRD, mengkrituk keras kinerja PDAM yanh dipandang tidak profesional.

“Air batang Ombilin tidak pernah kering, dan pemasangan instalasi baru sudah begitu banyak makan biaya. Tapu mengapa justru pasokan air ke masyarakat makin tak lancar,” tandasnya.

Saya sebagai orang yang pernah berkecimpung di pemerintahan, yaitu di DPRD, ingin mengingatkan agar PDAM jangan sampai rugi mengelola yang ada.

“Hanya PDAM yang jualan air ke masyarakat. Selebihnya, orang jual air galon,” imbuhnya, tampak kesal.

Selain Asrijal, sejumlah warga lain juga menyampaikan keluhan, diantaranya kerusakan jalan di depan Aliyos agar segera diperbaiki dan Razia kendaraan yang menggunakan knalpot brong yang sudah dianggap mengganggu kenyamanan warga.

Sedangkan Alfi Suwandi menyampaikan tentang adanya irigasi jebol si 5 titik, dari pasar Talawi sampai Kato Ala.

“Dampaknya, sawah di Talawi Hilir dusun Tarak Capo menjadi tidak berfungsi,” katanya.

Menanggapi keluhan dan usulan jamaah, pimpinan tim akan menyampaikan hal tersebut pada pihak Pemerintah kota. (ap)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *