WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Seksie Bimbingan Masyarakat Islam menggelar Forum Discution Group (FGD) sekaligus evaluasi kafilah MTQ di area wisata Meervon Kandi, Kamis (19/9).
Menurut Kasie Bimas Islam Kantor Kemenag Sawahlunto, Zulfahmi, S.Sos.I, hal itu dilaksanakan terkait anjloknya prestasi kafilah kota Sawahlunto pada ajang MTQ Nasional ke 40 tingkat Sumbar yang dilaksanakan di kabupaten Solok Selatan belum lama ini.
Pada ajang itu, ungkap Zulfahmi, peringkat kafilah kota Sawahlunto nerada pada ranking 18, atau hanya 1 level diatas kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Untuk itu, dalam FGD ini diharapkan akan.muncuk ide ide yang dapat mendorong kemajuan para kafilah, salam.menghadapi ajang MTQ Nasional tinhkat Sumbar yang akan dilaksanakan di kota Bukittinggi tahun 2025 yang akan datang” ujarnya.
Zulfahmi juga menyampaikan bahwa kafilah kota Sawahlunto pernah menjadi juara 3 pada ajang yang sama, saat kota ini menjadi tuan rumah tahun 1995 silam.
Hal senada juga disampaikan Kepala Kemenag kota Sawahlunto, DR. H. Dedi Wandra, S.Ag, MA, pada kata sambutannya.
Dedi Wandra berharap diskusi ini mampu membuahkan hasil untuk kemajuan para kafilah pada MTQ berikutnya, dalam mengharumkan nama kota Sawahlunto.
“Tentu dari buah evaluasi ini akan melahirkan langkah langkah yangnharus kita persiapkan, menuju MTQ berikutnya,” ujarnya.
Jika berkaca pada hasil MTQ di Solok Selatan kemarin, imbuh Dedi Wandra, kita finish di urutan 18 dari 19 kabupaten kota yang ada di Sumbar ini.
“Dari hasil posisi itu, saya yakin bukanlah kehendak atau keinginan kita. Aebab kita aemua.pasri.mwnginginkan hasil yang terbaik. Dan untuk menghasilkan yang terbaik, tentu butuh upaya dan langkah langkah seperti penambahan waktu TC,” sebut pria yang akrab disapa Dewa ini, dihadapan peserta FGD yang dihadiri berbagai unsur, diantaranya Pemko, LPTQ, praktisi MTQ, pelatih, Camat dan lurah.
Menanggapi hal itu, Pj. Sekwrtaris Daerah kota Sawahlunto, Drs. Irzam K, MM yang juga merupakan Ketua LPTQ berharap agar dari FHD ini akan banyak muncul saran dan ide untuk memperkaya langkah dalam penyusunan program kedepan.
Sementara itu, terkait minimnya anggaran pada ajang MTQ di Solok Selatan, Irzam mengungkapkan bahwa hal itu terjadi akbiat adanya miss komunikasi.
Sebelumnya, memang ada isue bahwa pelaksanaan MTQ di Solok Selatan ditunda. Sehingga terjadi pergeseran anggaran.
“Namun, beberapa hari menjelang pelakasaan, ada informasi bahwa MTQ itu jadi dilaksanakan. Lambat kepastiannya. Akhirnya, diberikan anggaran meski seadanya,” ungkapnya.
Dari pertemuan ini, lanjut Irzam, kami berharap adanya sinergi dan sinkronisasi dalam penganggaran, yang mungkin ada hal hal tidak tersentuh oleh program kota, tetapi bisa melalui peigram.kementrian agama.
“Untuk itu, tanggapan, ide dan masukan masukan dari semua pihak ini sangat diharapkan untuk perbaikan itu,” katanya.
Pada sesi diskusi, tampak beragam ide dan gagasan muncul dari berbagai pihak, seperti dari pelatih serta pengurus MTQ, yang semua itu ditanggapi langaung oleh Kepala Bagian Kesra Setdako Sawahlunto, Irwan. (**)




