WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mahyudin meresmikan pemakaian gedung Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PelHUT) di kota Sawahlunto, Kamis (16/1).
Gedung PelHUT yang berdiri di kawasan Simpang Napar desa Salak kecamatan Talawi ini, dibangun sejak awal tahun 2024 diatas tanah hibah dari warga setempat, H. Jaswandi, yang merupakan wakil Ketua DPRD kota Sawahlunto.
Dengan keberadaan gedung PelHUT ini, sebut Mahyudin, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarkat kota Sawahlunto terkait ibadah haji dan umrah.
“Selain itu, juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” sebutnya.
Swmentara itu, Kakan Kemenag kota Sawahlunto, Dedi Wandra mengatakan bahwa gedung ini merupakan sarana untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
Dengan diresmikannya gedung ini, ujar Dedi Wandra, juga merupakan sosialisasi ke tengah masyarakat.
“Insya Allah seluruh pelayanan haji dan umroh dapat di layani di kantor in,” ujarnya.
Lenih jauh Dedi Wandra menyebutkan, tidak semua kabupaten Kota di Sumatera Barat yang memiliki gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah terpadu ini. Dan keberadaan Pusat Layanan urusan Haji dan Umrah Terpadu di Kota Sawahlunto ini merupakan yang ke enam di Sumatera Barat.
Menanggapi persemian operasional gedung ini,
Pj. Sekda Ezeddin Zain mewakili Pj. Walikota
menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Sawahlunto atas adanya Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu ini.
Dikatakannya, keberadaan gedung ini dapat memberikan manfaat besar dalam mendukung pelayanan haji dan umrah dengan lebih optimal dan efesien sehingga masyarakat lebih terlayani.
“Ini merupakan wujud nyata kolaborasi Pemko dg Kemenag. Kami yakin akan sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.
Selain meresmikan operasional gesung PelHUT, acara itu juga dirangkai dengan tasyakuran peeingatan HAB Kemenag ke 79, serta launching program Mak Itam, dan dilqnjutjan dengan pemberian penghargaan kepada H. Jaswandi yang sinilai telah berkonteibusi pada pembangunan keagamaan.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada kepala desa Lumindai Khairunnas yang telah menjasi kampung zakat pertama di Sumbar.
Tampak hadir dalam peresmian itu, jajaran Forkopimda dan sejumlah instansi terkait lainnya. (**)




