WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Media Sosial atau Medsos yang belakangan ini kian berkembang, dipandang sebagai salahsatu sarana untuk lebih meningkatkan syiar agama, dalam era kekinian.
Terkait hal itu, Kantor Kementrian Agama kota Sawahlunto menggelar pelatihan pembuatan konten video kreatif berbasis penyuluhan agama di Meervon Kandi, Selasa (26/8).
Pelatihan itu diikuti 30 orang peserta penyuluh agama Islam, baik dari PNS, CPNS, PPPK, maupun tenaga honorer dan pengawas sertifikat halal.
Menurut Kasi Bimas Islam Kemenag Sawahlunto, Apgreadisman, dalam melakukan tugas sebagai penyuluh agama, saat ini harus mampu mmanfaatkan tekhnoligy IT.
“Sebab, saat ini Medsos merupakan salahsatu media yang sangat potensial dalam peranserta syiar agama,” ujarnya.
Untuk itu, imbuh dia, kita berharap penyuluh agama mampu memanfaatkan secara efektif untuk melakukan dakwah dan penyuluhan, sehingga masyarakat bisa tertarik dengan suguhan konten yang kita buat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra, dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa dalam meningkatan kompetensi syi’ar atau dakwah agama, saat ini para penyuluh wajib melek tekhnology.
“Sebab, penyuluh yang paham tentang audiensnya. Apa yang diinginkan oleh mereka, penyuluh yang paham di lapangan,” sebut Dedi Wandra.
Dan tentunya, lamjut Dedi, suguhan content-content yang disuguhkan tentu harus berbeda secment, ada untuk kalangan anak muda dan juga orangtua.
“Intinya adalah untuk mendorong dan memotivasi semangat masyarakat dalam beribadah. Dan hal ini butuh penelaaahan yang pas, sehingga mendapat tanggapan yang positif,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaan pelatihan yang menggandeng Fadli Hamdi, kreator muda Sawahlunto yang telah banyak berkiprah di dunia perfileman nasional itu, seluruh peserta tampak mengikuti secara serius dan bersemangat.
Dalam paparan materinya, Fadli menyampaikan secara gamblang tentang tekhnik membuat video kreatif, mulai dari membuat konsep content, pengambilan gambar atau shooting, mengenal aplikasi editor video, pemanfaatan tools, hingga proses render dan uploading.
Hingga usai pelatihan, para peserta berharap agar pelatihan ini tidak hanya saat ini saja, sebab masih butuh bimbingan hingga menguasai seluruh fungsi funhsi tools yang ada di aplikasi editor video. (**)




