Dharmasraya Merah Putih Run Digelar Hari Ini

REGIONAL5 views

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA – Pembagian jersey dan BIB (Body Identification Number) peserta Merah Putih Run Dharmasraya 2026 berlangsung lancar di Kantor Dinas Budparpora, Jumat (14/8/2026).

Ratusan peserta yang telah mendaftar tampak antusias mengambil perlengkapan sebelum mengikuti Merah Putih Run yang akan digelar Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pilih Dewi Sartika

Kepala Dinas Budparpora Kabupaten Dharmasraya H. Reno Lazuardi mengatakan proses pembagian jersey dan BIB berjalan tertib dengan dukungan panitia yang telah mempersiapkan kebutuhan peserta.

“Alhamdulillah, pembagian jersey dan BIB berjalan lancar. Peserta juga sangat antusias untuk mengikuti Merah Putih Run besok,” ujar Reno.

Peserta Merah Putih Run Dharmasraya 2026 tidak hanya berasal dari Kabupaten Dharmasraya, tetapi juga datang dari sejumlah daerah di luar Dharmasraya, menambah semarak kegiatan olahraga dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Reno memperkirakan jumlah masyarakat yang akan turun meramaikan kegiatan tersebut jauh lebih besar dibandingkan peserta yang terdaftar dan memiliki BIB.

Selain peserta resmi, aparatur sipil negara (ASN) bersama keluarga serta ribuan pelajar di Kabupaten Dharmasraya juga dipastikan ikut ambil bagian meramaikan suasana Merah Putih Run.

Jajaran DPRD, Polres Dharmasraya, Koramil Pulau Punjung dan Koramil Koto Baru, serta sejumlah instansi vertikal, Perbankan juga turut diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni dan Sekretaris Daerah Medison juga akan turut meramaikan kegiatan, bersama unsur organisasi kemasyarakatan (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi profesi.

“Yang turun besok diperkirakan tidak hanya peserta yang memiliki BIB. ASN dan keluarga, ribuan pelajar, unsur TNI-Polri, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan dan profesi juga akan ikut meramaikan,” kata Reno.

Merah Putih Run Dharmasraya 2026 akan dimulai pukul 06.30 WIB dengan lokasi start dan finish di Jembatan Kabel Dharmasraya.

Selain kegiatan lari, masyarakat juga akan disuguhi pertunjukan musik serta dapat menikmati beragam kuliner dan produk UMKM, sehingga kegiatan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga hiburan dan rekreasi keluarga pada hari libur.

Panitia juga menyiapkan 250 medali untuk finisher pertama yang terbagi dalam kategori pria dan wanita.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengajak seluruh masyarakat untuk ikut memeriahkan kegiatan tersebut, termasuk masyarakat yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi.

“Merah Putih Run bukan hanya tentang berlari, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berolahraga, berekreasi dan menikmati hari libur bersama keluarga,” kata Annisa.

Reno mengimbau seluruh masyarakat yang hadir untuk menjaga ketertiban dan keselamatan serta mengikuti arahan panitia selama kegiatan berlangsung agar Merah Putih Run dapat berjalan aman, lancar dan meriah. (**)

.Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bertemu dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto untuk menyampaikan kondisi fiskal daerah, termasuk tingginya beban belanja pegawai dan kebutuhan tambahan Transfer ke Daerah (TKD), di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Annisa menjelaskan bahwa tekanan fiskal yang dihadapi Dharmasraya saat ini tidak terlepas dari tingginya jumlah pegawai yang telah terbentuk sejak 5 tahun lalu atau sebesar 55% dimana 25% lebih tinggi dari rasio ideal.

Beban belanja pegawai daerah yang sudah tinggi sejak sekitar lima tahun lalu membuat seluruh Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat terserap untuk membiayai belanja pegawai.

Menurut Annisa, kondisi tersebut merupakan persoalan yang perlu dicarikan solusi bersama, terutama agar daerah tetap memiliki ruang fiskal yang memadai untuk pembangunan. Tingginya jumlah tenaga non-ASN yang kemudian mengikuti kebijakan penataan menjadi PPPK paruh waktu turut menambah kebutuhan belanja pegawai daerah.

Annisa menyampaikan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dikelola oleh pemerintahannya saat ini. Besarnya porsi belanja pegawai yang terjadi sejak 5 tahun lalu membuat ruang fiskal menjadi tidak sehat dan tidak mencukupi untuk pembangunan, dan alokasi dana desa, BPJS Kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik lainnya menjadi semakin terbatas.

“Alhamdulillah, sejak kami dilantik, kami tidak berpangku tangan dan terus mencari solusi dari warisan persoalan ini. Kami melakukan moratorium rekrutmen pegawai dan terus melakukan efisiensi.”

“Kami juga meningkatkan PAD sekitar Rp45 miliar, CSR dari perusahaan hingga 36 Miliar sehingga masih dapat membangun di berbagai sektor, termasuk PU, pertanian, dan UMKM,” ujar Annisa.

Menurutnya, berbagai langkah efisiensi dan peningkatan PAD terus dilakukan. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi besarnya kebutuhan belanja pegawai yang telah terbentuk dalam beberapa tahun sebelumnya.

“Struktur belanja pegawai yang terbentuk sebelumnya tentu menjadi tantangan bagi kami. Saat ini sebagian besar DAU terserap untuk belanja pegawai, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan menjadi sangat terbatas,” jelasnya.

Karena itu, Bupati berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dapat memberikan dukungan berupa penambahan TKD bagi Dharmasraya pada 2027.

Tambahan dukungan fiskal tersebut dinilai penting agar daerah tetap mampu memenuhi belanja wajib sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Dharmasraya terus mengoptimalkan PAD dan melakukan efisiensi belanja rutin, termasuk menekan perjalanan dinas serta belanja yang tidak berdampak langsung terhadap masyarakat.

“PAD terus kami genjot, tetapi peningkatannya juga harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat. Karena itu, dukungan fiskal dari pemerintah pusat tetap dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (**)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *