Sepekan sudah upaya menyamakan presepsi dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Sawahlunto melalui 7 Parpol berkekuatan 14 kursi parlement hasil Pileg 14 Februari lalu yang diprakarsai oleh Ketua DPC partai Demokrat Sawahlumto, Hasjhonni Sy, SE., MM, telah berlalu.
Pasca berkumpulnya 7 Parpol di Khas Ombilin pada Kamis (16/7) malam yang dihadiri partai PPP, Golkar, NasDem, Demokrat, Gerindra, PKS dan PDIP itu, atmosfir perpolitikan di kota warisan colonial Belanda ini pun kian memanas.
Betapa tidak, dalam pertemuan itu tampak hadir tokoh tokoh besar Sawahlunto seperti Fauzi Hasan, Erizal Ridwan, Alexander Isrin, Ismed, Hasjhonni, Adi Ikhtibar, Mukhsin, Tumpak AS, serta sejumlah tokoh muda seperti Nova Hendra, Marcos, Eryanto Melhisi dan dan sederet nama tokoh muda lainnya itu, mereka telah sepakat untuk memunculkan nama calon Walikota dan Calon Wakil Walikota untuk perubahan kota Sawahlunto.
Sontak saja berita berita terkait hal itu langusng viral dan menjadi trending topic di berbagai jejaring media sosial, hingga terlihat perdebatan perdebatan antar kader dan simpatisan.
Tak hanya di media sosial, dalam pengamatan penulis berita tersebut juga menghiasi warung warung kopi dan tempat tempat berkumpulnya warga Sawahlunto lainnya.
Lantas, bagaimanakah kelanjutan cerita hasil pertemuan yang disebut sebut sebagai koalisi besar penantang mantan Petahana itu?..
Tanggal 28 Juli, Penentuan Sikap Parpol
Kelanjutan cerita koalisi besar itu menjadi sangat menarik dan menjadi sebuah perhatian khusus, bagi warga kota yang bermisi “Menjadi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya” ini.
Dari pertemuan 7 Papol itu, penulis menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala daerah Sawahlunto sebelumnya, cukup satu periode saja.
Tetapi, siapakah tokoh yang akan dimunculkan oleh 7 Parpol tersebut untuk mengganti kepala daerah sebelumnya dalam kancah “pertarungan” Pilkada mendatang?.
Menurut Hasjonni selaku penggagas pertemuan tersebut, hari Minggu tanggal 28 Juli 2024, semuanya akan terjawab.
“Kita akan berkumpul kembali tanggal 28 Juli, untuk menjawab dan menentukan sikap,” sebut pilitisi kawakan di Sawahlunto, yang juga pernah menjabat sebagai pimpinan DPRD itu.
Dan untuk pertemuan besok itu, imbuh Hasjonni, kami juga telah mengundang sejumlah nama tokoh yang dinilai potensial untuk maju di Pilkada seperti Dasrial Ery, Subroto, Jasyanto Sahoer dan beberapa nama tokoh lainnya. Bahkan juga telah mengundang Syamsu Rahim, politisi senior yang pernah lama berkarier di kota ini.
Kepiawaian Syamsu Rahim dalam berpolitik, memang tak perlu diragukan. Pasalnya, strategi dalam berpolitik telah mampu menghantarkannya menjadi orang nomor satu di Kota Solok, dan juga di kabupaten Solok.
Dalam pertemuan 7 Parpol 28 Juli nanti, ungkap Hasjonni, masing – masing Parpol akan diminta mengajukan nama nama calon yang akan dimunculkan, dan kemudian akan dibahas.
“Bagaimana hasilnya nanti, kita tunggu saja. Politik itu dinamis, jadi bisa saja situasinya berubah,” pungkasnya. (**)




