BAWASLU Sawahlunto Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi ASN

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Jelang pelaksanaan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat dan Walikota – Wakil Walikota Sawahlunto tahun 2024, Badan Pengawas Pemilu (BAWAALU) kota Sawahlunto menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Aparatur Sioil Negara (ASN), Jum’at (8/11) di Sillo Meeting Room, Paray City Garden Hotel.

Dalam sosialisasi yang menghadirkan ASN dari berbagai instansi yang ada di Sawahlunto ini, BAWASLU menghadirkan Narasumber Khairul Anwar, MH dan Dr. Wirdanengsih, S.Sos.M.Si.

Pilih Dewi Sartika

Dalam kesempatan itu, Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Sawahlunto, Febriboy Arnendra mengingatkan bahwa ASN tidak boleh mengkampanyekan salahsatu pasangan calon, dalam setiap kegiatannya.

“Dan jika ada temuan dilapangan, silahkan segera melapor ke pihak BAWASLU. Tak usah ragu, kerahasiaan nama pelapor dijamin aman,” ujarnya.

Sementara itu, Khairul Anwar yang hadir sebagai Narasumber mengatakan bahwa pelanggaran yang terjadi pada kalangan ASN, kerap terjadi karena ketidaktahuan yang bersangkutan.

Untuk itu, ia mengingatkan pentingnya pemahaman politik di tengah masyarakat.

“Dari hasil penelitian yang kami lakukan, 40% partisipasi masyarakat yang datang ke TPS, itu karena uang. Oleh sebab itu, saya ingatkan, marilah kita memilih sesuai dengan hati kita tanpa ada paksaan dan tekanan. Jangan memilih karena uang,” pintanya.

Sebab, imbuh Khairul, dalam money politic, yang memberi dan menerima, sama sama masuk neraka.

Lebih jauh, Khairul juga mengungkapkan bahwa kondisi politik saat ini sudah memperihatinkan. Salahsatu contoh, para kontestan di Pemilu melakukan money politic dengan cara m3mbeli suara per TPS, sesuai dengan kebutuhan suaranya.

“Sehingga saya pikir, untuk mengembalikan ke demokrasi yang sehat, itu menjadi sulit,” katanya.

Di sisi lain, dalam paparan materinya Dr. Wirdanengsih, S.Sos.M.Si mengingatkan agar ASN berhati hati dalam bermain Medsos.

Sebab, menurut di Medsos ini sangat rawan terjadinya dugaan pelanggaran.

“Jangan sampai ASN terlihat memihak pada salahsatu pasangan calon. Misalnya mengunggah foto paslon, atau berkomentar di Medsos. Ini sangat rawan,” sebutnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua BAWASLU kota Sawahlunto, Junaidi Hartoni, S.Kom dalam arahan Pembulatan sekaligus penutupan kegiatan tersebut.

Ia mengingatkan agar berhati hati menjaga jemari dalam bermain Medsos.

Mengakhiri arahannya, Junaidi juga kembali menegaskan bahwa ASN dilarang terlibat politik praktis dan pentingnya netralitas ASN.

“Mari kita jaga situasi dan kondisi Pemilu menjadi aman dan kondusif, serta sukseskan jalannya Pemilu ini. Sehingga terwujud Pemilu yang bermartabat, berwibawa dan berkualitas,” pungkasnya. (**)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *