Gerakan Pangan Murah, DKP3 Sawahlunto Gelar Bazar

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan kota Sawahlunto menggelar Gerakan Pangan Murah dan Bazaar Produk Pangan, Pertanian dan Perikanan serta Gerakan Makan Telur Bersama untuk Percepatan Diversifikasi Konsumsi Pangan, Selasa (15/10) di kawasan Lapangan Segitiga.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan kota Sawahlunto, Henny Purwaningsih, kegiatan itu juga
dirangkai dengan penyaluran bantuan pangan beras dari Badan Pangan Nasional, dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia Tahun 2024.

Pilih Dewi Sartika

“Momen ini diharapkan dapat meningkatkan serapan hasil pertanian dan produk IKM lokal sekaligus menjaga stabilisasi harga komoditas pangan dalam pengendalian inflasi daerah,” ungkap Henny.

Kegiatan ini, imbuh Henny, didasari oleh lonjakan harga beberapa kebutuhan pokok, seperti beras dan bawang merah serta IPH Kota Sawahlunto yang cenderung mengalami kenaikan. Artinya, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga.

” Selain itu, juga bertujuan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan pokok dan pengendalian inflasi di Kota Sawahlunto serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan produk lokal,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, dari Gerakan Pangan Murah ini diharapkan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan pokok berkualitas, dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Menanggapi hal itu, Pj. Walikota Sawahlunto, Fauzan Hasan mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah dan Bazaar Produk Pertanian, Peternakan dan Perikanan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan pengendalian harga pangan di daerah, disamping menyediakan bahan pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Kegiatan ini, sebut Fauzan Hasan, sebagai upaya pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi terutama dibidang pangan, walaupun di Kota Sawahlunto dalam beberapa bulan terakhir angka inflasi dan indeks perubahan harga masih dalam kategori stabil.

“Akan tetapi, tetap harus ada upaya upaya dalam mempertahankannya,” pintanya.

Selain itu, lanjut Fauzan, juga
diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi pangan, sehingga masyarakat akan mendapatkan harga terbaik dalam pemenuhan pangan berkualitas sebagai kebutuhan dasar.

“Instabilitas pasokan dan tingginya harga pangan global yang dapat memicu inflasi, menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Untuk itu, kehiatan hari ini menjadi aksi nyata peran kita semua dalam menjaga kecukupan dan inflasi pangan, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi pelaku usaha pangan, pertanian dan perikanan ” sebutnya.

Dihadapan seluruh undangan yang hadir, Fauzan Hasan berharap agar kegiatan ini menjadi agenda rutin supaya masyarakat Kota Sawahlunto dapat membeli bahan-bahan pokok dengan harga yang terjangkau dan dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta memperkuat ketahanan pangan ditengah potensi kenaikan harga menjelang natal dan tahun baru. 

Menurut Fauzan, hal ini juga bisa membantu perputaran roda ekonomi Kota Sawahlunto sehingga tetap berjalan dengan baik, serta bisa mengantisipasi kenaikan harga pangan akibat inflasi.

Menyikapi harga pangan yang cenderung mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan yang kita hadapi saat ini yaitu natal dan tahun baru seperti beras, cabe, bawang merah, telur dan minyak goreng, sebut Fauzan Hasan, perlu adanya upaya mitigasi, respon cepat dan strategi penanganan agar tidak terjadi gejolak harga di masyarakat.

“Kolaborasi dan sinergi semua pihak dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjadi kunci sukses keberhasilan dalam mengendalikan pangan, dengan memperbanyak produksi sektor pangan lokal dan memastikan jaringan distribusinya tidak mengalami gangguan atau disalahgunakan, seperti penimbunan yang akan mengganggu pasokan pangan dan distribusi,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Gerakan Pangan Murah ini juga diwarnai dengan pemberian subsidi kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim untuk pembelian ayam potong, telur, cabe, bawang merah dan minyak goreng, serta subsidi harga khususnya komoditi cabe, bawang merah, telur yang bersumber dari dana CSR PT BA UPO.

Selain itu, juga menyalurkan bantuan pangan beras dari Badan Pangan Nasional  kepada 2.343 KK penerima manfaat, berdasarkan data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Sementara itu, Amelia mewakili Kepala Dinas Pertanuan Privinsi Sumatra Barat menyatakan apresiasinya terhadap program tang telah dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan Pertanuan dan Perikanan kota Sawahlunto.

Menurut Amelia, DKP3 kota Sawahlunto sudah sering melaksanakan kegiatan bazar, yang tentunya akan berdampak.positif bagi masyarakat

“Untuk itu, kami daru Dinas Pertanuan Sumatra Barat menyatakan sangat mengapresiasi dan akan selalu mendukung,” ujaenya.

Dan setahu saya, imbuh Amelia, DKP3 kota Sawahlunto ini sudah 17 kali melaksanakan kegiatan seperti ini.

“Kamu akan selalu mendukung dan membantu apa yang dibutuhkan oleh DKP3 Sawahlunto,” pungkasnya. (**)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *