Mundur, Atau Tersungkur

Oleh: Amin Pratikno (Wartawan Madya)

Entah darimana dan entah dari siapa awal munculnya issue yang menyebutkan Deri Asta, calon Walikota Sawahlunto menyatakan mundur dari kontestasi ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Sawahlunto mendatang.

Hampir disetiap sudut kota ini, warga dibuat sibuk dan penasaran dengan isue tersebut.

Pilih Dewi Sartika

Penulis yang coba “memborong” semua informasi sekecil apapun, berkesimpulan bahwa Deri Asta bakal benar – benar mudur dari pencalonannya.

Dilansir dari sejumlah media online serta jejaring media sosial, sejauh ini Deri Asta memang belum menyatakan mundur dari pencalonan dirinya di Pilkada 2024 ini.

Untuk menjawab pertanyaan publik, Deri Asta mengatakan bahwa dirinya akan segera menggelar konferensi Pers.

Desas desus bakal mundurnya Deri Asta disebut sebut karena Ryanda Putra yang pada putaran Pileg kemarin tercatat sebagai peraih suara terbanyak dari PAN, dikabarkan bakal turut maju pada ajang pemilihan orang nomor 1 di Sawahlunto ini, alias bakal menjadi Rival berat bagi Deri Asta yang merupakan ketua DPD PAN kota ini.

Bahkan, di jejaring media sosial telah beredar video pernyataan Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade dan Ketua DPD Golkar Sumbar Khairunnas, mendukung Ryan dan Jefri sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sawahlunto.

Dalam video berdurasi 1:19 menit itu, Andre Rosiade mengatakan bahwa pasangan itu merupakan pilihan dari presiden republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Sedangkan Khairunnas mengatakan, dari pasangan itu diharapkan nantinya pembangunan di kota Sawahlunto akan melompat lebih cepat, seperti kabupaten kota lainnya.

Lantas, benarkah nyali Deri Asta menjadi ciut karena itu?.

Adalah rahasia umum bahwa salah satu kunci sukses Pileg yang baru lalu, karena campurtangannya “Sultan Talawi” yang notabenenya merupakan mertua dari Ryanda Putra.

Artinya, Ryanda Putra dipandang memiliki peluang cukup besar untuk memenangkan pertarungan di Pilkada, meski harus berhadapan dengan Deri Asta yang mantan petahana.

Melihat perkembangan politik dihari yang semakin dekat dengan waktu pendaftaran ke KPU ini, sebagian kalangan menilai bahwa jika nantinya benar melawan Ryanda Putra, Deri Asta terancam bakal tersungkur.

“Lebih baik mundur daripada tersungkur,” ucap salah seorang tokoh masyarakat kota Sawahlunto, yang tak mau namanya disebutkan.

Dan jika Deri Asta benar benar mundur, apakah Ryan – Jefri yang akan menggantikan posisi dimana sebelumnya Deri Asta digadang gadang akan melawan kotak kosong?.

Aaah.. kenapa harus lawan kotak kosong?..

Penulis mengenal cukup banyak tokoh tokoh asal kota ini yang telah meraih sukses di rantau. Mengapa tak beri kesempatan bagi mereka untuk mencoba turut berkompetisi?. Apakah karena dipandang dompetnya tak berisi??. Please.. jangan kesampingkan potensi karena mereka punya visi untuk membangun kota ini.

Sebut saja Dedi Budianto, Jasyanto Sahoer, Subroto, Susi Muhardini Shaimoeri serta sederet nama lainnya.

Mereka merupakan putra putri daerah yang memiliki potensi besar untuk dapat membangun kota ini. Namun sayang, para pemangku kepentingan politik masih tampak enggan untuk membuka mata dan memberi kesempatan bagi mereka.

Sebagai warga kota ini, tentunya kita berharap agar dalam Pilkada mendatang mampu melahirkan pemimpin yang tak hanya berwawasan lokal, tetapi mampu bersinergi hingga ke pusat sehingga kota ini tak lagi kian terpuruk. (**)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *